So..... Let's talk about printer.
Baru-baru ini saya akhirnya mengerti cara kerja tinta infus pada printer. Ternyata, banyak customer yang datang mengeluhkan printernya yang sudah dipasang infus (bahasa kerennya: CISS) melakukan kesalahan yang sama. Dan bahkan postingan-postingan di blog lain pun mengajarkan tips yang salah dalam menggunakan printer dengan tinta infus.
Sebagai teknisi, saya tidak akan membiarkan pembodohan atau ketidak-tahuan ini berlangsung terus. Berikut tips-tips dari saya.
MENGERTI DAN MERAWAT PRINTER INFUS
1. Printer dan
posisi tabung infus harus sejajar.
Saat penggunaan printer,
jangan menaruh botol di bawah atau di atas printer. Keduanya harus berada dalam
posisi sejajar. Baca terus untuk penjelasannya.
2. Perhatikan
bahwa posisi tinta di kedua tangki dalam botol memang dan harus tidak
sama rata.
Yg tangki kecil selalu
di posisi yang rendah. Hal ini dikarenakan tinta dalam botol harus sejajar
dengan tinta di catridge printer.
Apabila tangki kecil
lebih tinggi dari catridge printer, maka tinta akan menekan terus (sifat air:
mau sama tinggi/ sama rata) yg akhirnya membuat tinta dalam catridge menjadi
bocor.
Inilah gunanya tangki
dalam botol ada dua. Yaitu untuk menjaga tinta di botol tetap sejajar dengan
tinta dalam catridge.
3. Katup-katup
botol ini akan membantu kita agar tinta dalam botol tetap pada posisinya. Hal
yang perlu diingat adalah:
A. Saat mencetak,
katup kecil harus dibuka, katup besar harus tertutup.
B. Saat mengisi
tinta baru, katup kecil harus ditutup, katup besar harus terbuka. Dan isilah
tinta baru dalam tangki yang besar, bukan yang kecil.
C. Saat ingin
memindahkan posisi tabung/ printer, kedua katup harus tertutup agar ketinggian
tinta tetap terjaga.
D. Jangan
sampai kedua katup terbuka karena tinta dalam kedua tangki akan menjadi
sejajar.
E. Tangki besar
harus lebih tinggi dari tangki kecil. Jika sudah hampir habis (sekitar 1-2 cm),
segera isi kembali.
F. Perhatikan
bahwa dengan cara ini, tinta di tangki kecil tidak akan habis karena
akan diisi kembali oleh tinta di tangki besar (selama tintanya masih ada).
|
|
4. Jika anda
khilaf, tidak sengaja membuat tangki kecil menjadi tinggi atau sejajar dengan
tangki besar, maka yang anda harus lakukan adalah:
A. Buka kedua
katup besar dan kecil. Biarkan tinta menjadi sama rata untuk sementara.
B. Kosongkan
sedikit tangki besar kira-kira hingga sisa setengah ke bawah. Jangan terlalu
tinggi. Anda bisa gunakan suntik tinta
untuk menghisap tinta dalam botol.
C. Miringkan
botolnya hingga tangki kecil isinya berkurang. Perhatian, saat memiringkan
botol, katup pada botol lainnya ditutup agar tidak tumpah.
D. Saat tangki
kecil sudah hampir habis, tutup katup kecil.
E. Luruskan
kembali botolnya, lalu tutup katup besar.
F. Buka kembali
katup kecil agar tingginya disesuaikan dengan catridge.
5. Jika ada udara
dalam selang, lakukan head cleaning (gunakan software di computer).
Biarkan tinta mengalir hingga udara dalam selang habis.
6. Jika tinta
tidak mengalir, berarti head catridge tersumbat. Coba dibersihkan atau ganti
catridge yang baru.
7. Sering-seringlah
perhatikan tinta dalam botol pembuangan yang terletak di belakang printer.
Kosongkan jika sudah setengah penuh. Tinta pembuangan jangan dipakai lagi.
Walaupun warnanya hitam, tetapi tinta tersebut sudah bercampur dengan seluruh
warna. Jika dipakai ulang, warna hitamnya tidak maksimal. (Jika printer anda belum punya saluran pembuangan, segera minta teknisi tinta infus untuk menambahkannya.)
8. Terakhir dan
yang terpenting: Gunakan printer setiap hari. Jika tidak ada yang ingin
dicetak, cukup lakukan head cleaning 1x.















No comments:
Post a Comment